DAFTAR ISI
Perbedaan Jadwal Idul Adha 2026: Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
Idul Adha 2026 di Indonesia akan dirayakan serentak pada Rabu, 27 Mei 2026. Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah kompak menetapkan tanggal yang sama, sehingga umat Islam berpotensi melaksanakan salat Id dan kurban bersama tanpa perbedaan jadwal.

Penetapan Jadwal Idul Adha 2026
| Lembaga/Organisasi | Metode Penetapan | Awal Zulhijah | Hari Arafah | Idul Adha |
|---|---|---|---|---|
| Pemerintah (Kemenag) | Hisab + Rukyatul Hilal (88 titik pemantauan) | Senin, 18 Mei 2026 | Selasa, 26 Mei 2026 | Rabu, 27 Mei 2026 |
| Nahdlatul Ulama (NU) | Rukyatul Hilal (hilal terlihat di Sidoarjo, Lamongan, Kudus) | Senin, 18 Mei 2026 | Selasa, 26 Mei 2026 | Rabu, 27 Mei 2026 |
| Muhammadiyah | Hisab Global (Kalender Hijriah Global Tunggal) | Senin, 18 Mei 2026 | Selasa, 26 Mei 2026 | Rabu, 27 Mei 2026 |
Penjelasan Perbedaan Metode
- Pemerintah: Menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan hilal langsung). Sidang isbat pada 17 Mei 2026 menetapkan 1 Zulhijah jatuh pada 18 Mei.
- NU: Mengandalkan rukyatul hilal. Hilal berhasil terlihat di beberapa lokasi, sehingga penetapan sama dengan pemerintah.
- Muhammadiyah: Menggunakan metode hisab dengan prinsip wujudul hilal dan Kalender Hijriah Global Tunggal. Penetapan dilakukan lebih awal melalui maklumat resmi PP Muhammadiyah.
Dampak Keseragaman Jadwal
- Ibadah serentak: Umat Islam di Indonesia dapat melaksanakan salat Idul Adha dan kurban bersama tanpa perbedaan hari.
- Libur panjang: Pemerintah menetapkan libur nasional pada Rabu, 27 Mei 2026, ditambah cuti bersama Kamis, 28 Mei 2026. Hal ini berpotensi menciptakan long weekend hingga 6 hari bila digabung dengan akhir pekan.
- Kebersamaan umat: Kesamaan jadwal memperkuat rasa persatuan dan memudahkan koordinasi kegiatan kurban di berbagai daerah.
Catatan Penting
- Meski tahun 2026 seragam, perbedaan metode hisab dan rukyat tetap berpotensi menimbulkan perbedaan di tahun-tahun lain.
- Umat Islam disarankan mengikuti keputusan resmi organisasi masing-masing atau pemerintah untuk menghindari kebingungan.
- Keseragaman tahun ini menjadi momentum baik untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di Indonesia.
Tribun Liputan Gudang Informasi dan Berita Terpercaya