Kemenkum HAM merasa dilecehkan oleh Komnas HAM setelah dituding melakukan manipulasi dalam proses partisipasi
Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) menyatakan keberatan atas tuduhan yang dilontarkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait dugaan manipulasi dalam proses partisipasi publik. Pihak Kemenkum HAM menilai tuduhan tersebut tidak hanya merusak citra lembaga, tetapi juga merendahkan kerja keras yang telah dilakukan dalam menyusun kebijakan.

Menurut pernyataan resmi, Kemenkum HAM menegaskan bahwa seluruh proses partisipasi masyarakat telah dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Mereka menolak anggapan adanya rekayasa atau manipulasi, serta menilai tuduhan Komnas HAM sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi negara.
Sementara itu, Komnas HAM sebelumnya menyampaikan kritik bahwa mekanisme partisipasi yang dijalankan Kemenkum HAM tidak mencerminkan keterlibatan publik secara nyata. Tuduhan ini memicu ketegangan antar lembaga, mengingat keduanya memiliki peran penting dalam menjamin penghormatan terhadap hak asasi manusia dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Pengamat menilai polemik ini mencerminkan adanya perbedaan pandangan mengenai standar partisipasi publik dalam proses kebijakan. Beberapa pihak mendorong agar kedua lembaga segera duduk bersama untuk mencari solusi, demi menghindari konflik berkepanjangan yang dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Tribun Liputan Gudang Informasi dan Berita Terpercaya