DAFTAR ISI
Pertamina Ungkap Stok Pertalite di DIY Usai Kenaikan Harga Pertamax
Pertamina memastikan stok Pertalite di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi aman meski harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Cadangan Pertalite disebut mencapai 12 kali lipat dari konsumsi harian normal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan.

Kondisi Stok BBM di DIY
- Pertalite: Stok setara 12 kali konsumsi harian normal.
- Solar (Biosolar): Stok mencapai 20 kali lipat kebutuhan harian.
- Pertamax & Pertamina Dex: Stok sekitar 18 kali lipat konsumsi normal.
- Lokasi penyimpanan utama: Fuel Terminal Rewulu dan jaringan SPBU di DIY.
Dampak Kenaikan Harga Pertamax
- Harga baru:
- Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 → Rp16.250/liter.
- Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 → Rp17.000/liter.
- Pola konsumsi BBM di DIY:
- Pertalite mendominasi dengan 73,3% dari total konsumsi.
- Pertamax hanya 25,9%.
- Pertamax Turbo & Pertamax Green gabungan sekitar 0,9%.
- Biosolar mendominasi segmen diesel dengan 96,6%.
Respons Masyarakat
- Kenaikan harga Pertamax memicu peralihan konsumen ke Pertalite.
- Antrean kendaraan di SPBU untuk Pertalite meningkat di beberapa daerah, meski Pertamina menegaskan stok tetap aman.
Kesimpulan
Pertamina menegaskan bahwa ketersediaan Pertalite di DIY sangat aman meski terjadi lonjakan permintaan akibat kenaikan harga Pertamax. Dengan cadangan stok yang jauh di atas kebutuhan harian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan BBM bersubsidi.
Tribun Liputan Gudang Informasi dan Berita Terpercaya