Free Hit Counter
Demo Massa di Cikini Malam Hari, Tolak Kenaikan BBM
Demo Massa di Cikini Malam Hari, Tolak Kenaikan BBM-news.detik.com

Demo Massa di Cikini Malam Hari, Tolak Kenaikan BBM

Demo Massa di Cikini Malam Hari, Tolak Kenaikan BBM

Massa menggelar demonstrasi di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026) malam, menolak kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax. Aksi yang diikuti sekitar 25 orang ini sempat membakar ban dan menutup sebagian jalan, sebelum akhirnya dibubarkan polisi sekitar pukul 21.30 WIB.

 

Demo Massa di Cikini Malam Hari, Tolak Kenaikan BBM
Demo Massa di Cikini Malam Hari, Tolak Kenaikan BBM-news.detik.com

Kronologi Aksi

  • Waktu: Rabu, 10 Juni 2026, pukul 20.30–21.30 WIB
  • Lokasi: Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat
  • Peserta: Sekitar 25 orang, mayoritas dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pustaka
  • Bentuk Aksi: Orasi, pembakaran ban, menutup sebagian lajur jalan, menyebabkan lalu lintas tersendat

Respons Kepolisian

  • Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan aksi dibubarkan karena tidak ada pemberitahuan resmi dan melanggar aturan dengan membakar ban.
  • Polisi segera memadamkan api dan membubarkan massa.
  • Tidak ada peserta yang diamankan, situasi kembali normal sekitar pukul 21.30 WIB

Dampak di Lapangan

  • Lalu lintas sempat tersendat karena massa menutup sebagian jalan.
  • Api dari pembakaran ban menarik perhatian warga dan pengendara.
  • Setelah massa bubar, arus kendaraan kembali lancar

Latar Belakang

  • Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi per 10 Juni 2026:
    • Pertamax: dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter (+Rp 3.950)
    • Pertamax Green: dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter (+Rp 4.100)
  • Kenaikan ini memicu protes karena dianggap memberatkan masyarakat, terutama kelompok menengah

Kesimpulan

Aksi demonstrasi di Cikini malam hari berlangsung singkat namun cukup mengganggu lalu lintas. Polisi bertindak cepat membubarkan massa karena tidak ada izin resmi dan adanya pembakaran ban. Kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi pemicu utama protes, yang kemungkinan akan berlanjut di lokasi lain jika harga tetap tinggi.

BACA JUGA  KSOP Labuan Bajo Ingatkan Nakhoda Waspadai Kondisi Jarak Pandang Selama Pelayaran