Free Hit Counter
Said Iqbal Kritik DPR: Naik Gaji Sambil Joget, Buruh Harus Turun ke Jalan
Said Iqbal Kritik DPR: Naik Gaji Sambil Joget, Buruh Harus Turun ke Jalan-nasional.kompas.com

Said Iqbal Kritik DPR: Naik Gaji Sambil Joget, Buruh Harus Turun ke Jalan

Said Iqbal Kritik DPR: Naik Gaji Sambil Joget, Buruh Harus Turun ke Jalan
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, melontarkan kritik pedas terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dinilai menaikkan gaji dan tunjangan secara sepihak, tanpa mempertimbangkan kondisi rakyat kecil, khususnya kaum buruh. Pernyataan ini disampaikan dalam aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.

 

Said Iqbal Kritik DPR: Naik Gaji Sambil Joget, Buruh Harus Turun ke Jalan
Said Iqbal Kritik DPR: Naik Gaji Sambil Joget, Buruh Harus Turun ke Jalan-nasional.kompas.com

 

🎤 Joget di Ruang Sidang, Buruh Turun ke Jalan
Dalam orasinya, Iqbal menyoroti perilaku sejumlah anggota DPR yang terlihat santai bahkan berjoget di ruang sidang, sementara buruh harus berjuang keras melalui aksi massa hanya untuk menuntut kenaikan upah minimum.

💸 Tunjangan Fantastis vs Upah Minimum
Iqbal membandingkan besarnya tunjangan perumahan DPR yang mencapai Rp 50 juta per bulan dengan perjuangan buruh yang hanya menuntut kenaikan upah sekitar Rp 200.000. Ia menyindir bahwa tunjangan sebesar itu tidak masuk akal.

Menurutnya, kenaikan upah buruh seharusnya menjadi hak yang diperjuangkan berdasarkan data resmi inflasi dan pertumbuhan ekonomi, bukan sesuatu yang harus diminta lewat demonstrasi.
📢 Seruan untuk Keadilan Sosial
Said Iqbal menegaskan bahwa Partai Buruh akan terus mengawal aspirasi pekerja dan menuntut keadilan sosial. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap kebijakan pemerintah dan wakil rakyat yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa di tengah kemewahan fasilitas pejabat, masih banyak rakyat yang harus berjuang keras demi kehidupan yang layak.

BACA JUGA  Belajar dari Hotman Paris: Ini Langkah Darurat Saat Digigit Berang-Berang