DAFTAR ISI
Media Singapura Menyoroti Kunjungan Luar Negeri Prabowo
Media Singapura menyoroti kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto, menilai langkah diplomasi yang intens ini menunjukkan ambisi besar Indonesia di panggung internasional. Sorotan utama adalah bagaimana Prabowo dipandang bukan hanya sebagai kepala negara, tetapi juga sebagai “menlu de facto” yang aktif membangun jejaring global.

Sorotan Media Singapura
- Straits Times menulis artikel berjudul “Prabowo has big plans for Indonesia on the world stage”, menggambarkan Prabowo sebagai sosok dengan fokus kuat pada kebijakan luar negeri.
- Media menilai Prabowo mampu memainkan peran ganda: sebagai presiden sekaligus diplomat utama, yang biasanya dijalankan oleh menteri luar negeri.
Agenda Kunjungan
- Sejak terpilih, Prabowo telah melakukan lebih dari 10 kunjungan internasional, termasuk ke Singapura, Tiongkok, Jepang, Rusia, dan Australia.
- Di kawasan ASEAN, ia bertemu dengan pemimpin Vietnam, Brunei, Laos, Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Filipina.
- Dalam kunjungan ke Singapura (Juni 2025), Prabowo menjalani “Diplomasi Anggrek”, menamai bunga anggrek dengan nama ibunya sebagai simbol penghormatan. Kunjungan ini menghasilkan 19 kesepakatan kerja sama dengan Singapura.
Fokus Diplomasi
- Keamanan dan ekonomi menjadi prioritas, termasuk dorongan kerja sama lebih erat dengan Jepang dan Tiongkok.
- Prabowo juga menunjukkan sikap tegas dalam isu global, seperti kritik terhadap standar ganda Barat dalam konflik Israel–Hamas.
- Pendekatan ini dinilai sebagai pergeseran dari tradisi diplomasi “bebas-aktif” Indonesia, menuju peran lebih vokal di arena internasional.
Implikasi bagi Indonesia
- Positif: Meningkatkan profil Indonesia di mata dunia, memperkuat hubungan bilateral, dan membuka peluang kerja sama strategis.
- Tantangan: Intensitas kunjungan luar negeri memicu perdebatan soal efisiensi anggaran dan efektivitas hasil nyata bagi rakyat.
Kesimpulan
Media Singapura melihat Prabowo sebagai pemimpin dengan ambisi besar untuk menempatkan Indonesia sebagai pemain utama di kancah global. Kunjungan luar negeri yang padat bukan sekadar simbolik, melainkan strategi diplomasi untuk memperkuat posisi Indonesia. Namun, keberhasilan langkah ini akan diukur dari seberapa nyata dampaknya terhadap ekonomi, keamanan, dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Tribun Liputan Gudang Informasi dan Berita Terpercaya