Free Hit Counter
Tragedi Banjir dan Longsor di Sumatera: 174 Jiwa Tewas, 12.546 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Tragedi Banjir dan Longsor di Sumatera: 174 Jiwa Tewas, 12.546 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal-nasional.kompas.com

Tragedi Banjir dan Longsor di Sumatera: 174 Jiwa Tewas, 12.546 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Tragedi Banjir dan Longsor di Sumatera: 174 Jiwa Tewas, 12.546 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Tragedi banjir dan longsor di Sumatera telah menelan korban jiwa sebanyak 174 orang dan memaksa 12.546 keluarga mengungsi. Bencana ini melanda tiga provinsi sekaligus: Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, dengan dampak yang masih terus bertambah seiring proses pendataan.

 

Tragedi Banjir dan Longsor di Sumatera: 174 Jiwa Tewas, 12.546 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Tragedi Banjir dan Longsor di Sumatera: 174 Jiwa Tewas, 12.546 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal-nasional.kompas.com

 

Latar Belakang Bencana

Curah hujan ekstrem sejak 24 November 2025 memicu banjir besar dan tanah longsor di sejumlah wilayah Pulau Sumatera. Tiga provinsi terdampak paling parah adalah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Jumat, 28 November 2025, sebanyak 174 orang meninggal dunia dan 12.546 kepala keluarga harus mengungsi. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah karena sejumlah daerah belum dapat diakses.

Dampak di Tiap Provinsi

  • Sumatera Utara: Menjadi wilayah dengan korban jiwa tertinggi, yakni 116 orang meninggal dan puluhan lainnya masih dalam pencarian Banjir meluas ke 12 kabupaten/kota termasuk Madina, Nias, Tapanuli Utara, dan Sibolga.
  • Aceh: Hampir seluruh kabupaten/kota dilanda banjir besar dan longsor. BNPB mencatat 35 orang meninggal dan ribuan keluarga mengungsi. Pemerintah provinsi menetapkan status darurat bencana selama 14 hari
  • Sumatera Barat: Longsor terjadi di Agam dan Padang Pariaman, sementara banjir bandang melanda kawasan Gunung Nago, Padang. 23 orang meninggal dan ribuan warga terpaksa mengungsi

    Kondisi Pengungsi

    Lebih dari 12.546 keluarga kini kehilangan tempat tinggal. Posko darurat didirikan di berbagai titik, termasuk pendopo bupati di Aceh Utara yang dialihfungsikan menjadi posPara pengungsi menghadapi keterbatasan logistik, akses kesehatan, serta ancaman penyakit akibat lingkungan yang tidak higienis.

    Upaya Penanganan

    BNPB bersama TNI, Polri, dan relawan lokal terus melakukan evakuasi dan distribusi bantuan. Namun, akses ke sejumlah wilayah masih terhambat karena jembatan putus, jalan tertutup longsor, dan banjir yang belum surut Pemerintah daerah juga menyiapkan dapur umum dan layanan kesehatan darurat untuk para pengungsi.

    Catatan Penting

    Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, menegaskan bahwa data korban masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring pendataan lanjutan

    Situasi ini menunjukkan betapa rentannya wilayah Sumatera terhadap bencana hidrometeorologi, terutama di tengah perubahan iklim yang meningkatkan intensitas hujan ekstrem.

    Kesimpulan: Tragedi banjir dan longsor di Sumatera bukan hanya menelan ratusan korban jiwa, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi ribuan keluarga yang kehilangan rumah. Penanganan darurat masih berlangsung, namun tantangan besar tetap ada: memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.

BACA JUGA  Wamenaker Enggan Ungkap Hasil Pertemuan dengan Presiden Soal PHK Sritex