DAFTAR ISI
Virus Nipah Muncul di India, Kemenkes Ingatkan Bahaya Gejala dan Jalur Penularan
Kasus baru Virus Nipah kembali muncul di India dan memicu kewaspadaan global. Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala serta jalur penularan virus mematikan ini, yang memiliki tingkat fatalitas hingga 75 persen.

Latar Belakang
- Virus Nipah (NiV) adalah penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia.
- Reservoir alami virus ini adalah kelelawar buah (Pteropus).
- India melaporkan kembali kasus baru di awal 2026, menambah daftar wabah yang sebelumnya pernah terjadi di Bangladesh dan Kerala.
Gejala Klinis
Kemenkes RI menekankan pentingnya mengenali gejala awal:
- Demam tinggi
- Sakit kepala dan nyeri otot
- Gangguan pernapasan (batuk, sesak napas)
- Mual dan muntah
- Disfungsi neurologis seperti kebingungan, kejang, hingga peradangan otak (ensefalitis)
Gejala dapat berkembang cepat dan berujung pada kondisi fatal.
Jalur Penularan
Virus Nipah dapat menular melalui:
- Kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama babi dan kelelawar.
- Konsumsi buah atau makanan yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar.
- Penularan antarmanusia melalui cairan tubuh, kontak erat, atau peralatan medis yang tidak steril.
Tingkat Fatalitas
- WHO mencatat tingkat kematian akibat Virus Nipah mencapai 40–75 persen, jauh lebih tinggi dibanding banyak penyakit menular lainnya.
- Hingga kini belum ada vaksin atau obat spesifik untuk Virus Nipah. Penanganan hanya berupa perawatan suportif.
Imbauan Kemenkes RI
- Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama bagi pelaku perjalanan internasional dari wilayah terdampak.
- Jaga kebersihan makanan, pastikan buah dicuci bersih dan dimasak matang.
- Hindari kontak dengan hewan berisiko seperti kelelawar dan babi.
- Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala mencurigakan setelah bepergian dari daerah dengan kasus Nipah.
Kesimpulan
Munculnya kembali Virus Nipah di India menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit menular lintas negara masih nyata. Dengan tingkat fatalitas tinggi dan belum adanya vaksin, kewaspadaan dini, kebersihan makanan, serta deteksi cepat gejala menjadi kunci pencegahan. Kemenkes RI menegaskan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap jalur penularan dan segera mencari pertolongan medis bila diperlukan.
Tribun Liputan Gudang Informasi dan Berita Terpercaya