DAFTAR ISI
Mural di Alun-alun Teheran, Iran Sampaikan Peringatan kepada AS
Iran meresmikan mural raksasa di Alun-alun Enghelab, Teheran, sebagai simbol peringatan keras kepada Amerika Serikat. Mural tersebut menggambarkan kapal induk AS yang hancur dengan jet tempur rusak, disertai slogan “Jika kamu menabur angin, kamu akan menuai badai.” Aksi ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

Latar Belakang
- Pada 25 Januari 2026, pemerintah Iran meresmikan sebuah mural raksasa di Lapangan Enghelab, Teheran.
- Mural ini muncul bertepatan dengan pergerakan kapal induk USS Abraham Lincoln dan sejumlah kapal perang AS menuju Timur Tengah.
- Presiden AS Donald Trump menyebut pengerahan armada tersebut sebagai langkah “antisipasi,” namun Iran menanggapinya sebagai ancaman langsung.
Isi Mural
- Visual utama: kapal induk AS dengan dek penerbangan penuh pesawat tempur yang rusak.
- Pesan tertulis: “Jika kamu menabur angin, kamu akan menuai badai” (If you sow the wind, you will reap the whirlwind).
- Makna simbolis: peringatan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dibalas dengan konsekuensi berat.
Pesan Politik
- Iran menegaskan kesiapan perang dengan menempatkan mural ini di pusat kota, sehingga terlihat oleh ribuan warga setiap hari.
- Simbol eskalasi: mural bukan sekadar seni, melainkan bentuk komunikasi politik yang menegaskan sikap konfrontatif terhadap AS.
- Pesan internasional: Iran ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka tidak gentar menghadapi tekanan militer Amerika.
Dampak dan Analisis
- Eskalasi ketegangan: mural ini memperkuat narasi bahwa konflik Iran-AS bisa meningkat dari simbolik ke militer.
- Respon publik: mural menjadi bahan diskusi di media internasional, memperlihatkan bagaimana seni digunakan sebagai alat propaganda.
- Risiko regional: kehadiran armada AS di Timur Tengah dan sikap keras Iran meningkatkan potensi benturan di kawasan yang sudah rapuh secara geopolitik.
Kesimpulan
Mural di Alun-alun Teheran bukan sekadar karya seni, melainkan pesan politik yang tajam dari Iran kepada Amerika Serikat. Dengan menggambarkan kehancuran kapal induk AS dan menyertakan slogan peringatan, Iran menegaskan bahwa setiap langkah agresif akan dibalas dengan keras. Aksi ini menambah lapisan baru dalam ketegangan geopolitik Timur Tengah yang terus bereskalasi.
Tribun Liputan Gudang Informasi dan Berita Terpercaya