PKS Kritik Gubernur Kaltim soal Mobil Dinas Rp 8,5 M: Diminta Lebih Berempati
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melayangkan kritik terhadap kebijakan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang melakukan pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar. Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS, Mardani Ali Sera, menilai keputusan tersebut tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat.

Kritik PKS
• Mardani menegaskan bahwa seorang pemimpin seharusnya mendahulukan kepentingan rakyat dibandingkan fasilitas pribadi.
• Ia menyebut anggaran sebesar Rp 8,5 miliar untuk satu mobil dinas adalah salah secara etika dan logika, terutama di tengah situasi ekonomi yang menuntut efisiensi.
• “Menjadi pemimpin itu melayani. Leaders eat last. Bahkan mestinya yang paling akhir menikmatinya, mestinya punya empati,” ujar Mardani.
Respons Publik
Kebijakan ini menuai sorotan luas, tidak hanya dari PKS tetapi juga dari kalangan masyarakat dan tokoh politik lain. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, sebelumnya juga mengingatkan agar Gubernur Kaltim lebih bijak dan efisien dalam penggunaan anggaran.
Kritik ini menambah tekanan bagi Gubernur Kaltim untuk menjelaskan alasan pengadaan mobil dinas dengan nilai fantastis tersebut. Publik kini menunggu apakah pemerintah daerah akan meninjau ulang kebijakan ini atau tetap melanjutkannya.
Tribun Liputan Gudang Informasi dan Berita Terpercaya