DAFTAR ISI
657 rumah di Kendari, Sulawesi Tenggara, terendam banjir
Sebanyak 657 rumah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terendam banjir akibat luapan Sungai Wanggu. Bencana ini berdampak pada sekitar 2.985 jiwa warga, merusak lahan pertanian seluas 50 hektare, dan memicu tanah longsor di beberapa titik.

Kronologi Banjir
- Tanggal kejadian: Sabtu (9/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026).
- Penyebab utama: Hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, menyebabkan Sungai Wanggu meluap.
- Wilayah terdampak: 15–16 kelurahan di 7 kecamatan, termasuk Kambu, Lepo-Lepo, Baruga, Poasia, Wua-Wua, Kadia, dan Abeli.
Dampak Bencana
- Rumah terendam: 657 unit.
- Jumlah warga terdampak: 2.985 jiwa.
- Korban jiwa: 1 orang dilaporkan meninggal akibat terseret arus banjir.
- Kerusakan lain:
- 50 hektare sawah rusak.
- Sejumlah ruas jalan sepanjang 3,5 km tergenang.
- 6 rumah di Anduonohu dan 1 rumah di Kendari Barat rusak karena longsor.
Titik Terparah
- Kelurahan Kambu: 100 rumah di Jalan Mangkeray dan 76 rumah di Jalan Hidayatullah terendam.
- Kelurahan Lepo-Lepo (Baruga): 153 rumah di 5 RT terdampak.
- Kelurahan Poasia: 109 rumah di Jalan Kedondong dan Kampung Baru.
- Kelurahan Wua-Wua: Puluhan rumah di 9 RT, termasuk 19 bangunan di Lorong Veteran.
Upaya Penanganan
- BPBD Kendari: Melakukan pendataan, evakuasi, dan distribusi bantuan logistik.
- Basarnas Kendari: Mengerahkan 33 personel dengan perahu karet untuk evakuasi warga.
- Pemerintah Kota Kendari: Wali Kota Siska Karina Imran meminta maaf atas keterbatasan penanganan dan berjanji meningkatkan koordinasi lintas sektor.
Kesimpulan
Banjir di Kendari bukan hanya merendam ratusan rumah, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada lahan pertanian, infrastruktur, serta korban jiwa. Prioritas saat ini adalah evakuasi warga, distribusi bantuan, dan mitigasi risiko banjir susulan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan Basarnas terus melakukan pemantauan serta penanganan darurat di lapangan.
Tribun Liputan Gudang Informasi dan Berita Terpercaya