Free Hit Counter
Buruh Siap Gelar Aksi di DPR 1 Mei, Usung 6 Tuntutan Utama
Buruh Siap Gelar Aksi di DPR 1 Mei, Usung 6 Tuntutan Utama-megapolitan.kompas.com

Buruh Siap Gelar Aksi di DPR 1 Mei, Usung 6 Tuntutan Utama

Buruh Siap Gelar Aksi di DPR 1 Mei, Usung 6 Tuntutan Utama

Buruh akan menggelar aksi besar di depan Gedung DPR/MPR RI pada 1 Mei 2026 (May Day), membawa enam tuntutan utama mulai dari pengesahan RUU Ketenagakerjaan hingga penghapusan sistem outsourcing. Aksi ini dipimpin oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh, serta dipusatkan di Senayan, Jakarta, mulai pukul 10.00 WIB.

 

Buruh Siap Gelar Aksi di DPR 1 Mei, Usung 6 Tuntutan Utama
Buruh Siap Gelar Aksi di DPR 1 Mei, Usung 6 Tuntutan Utama-megapolitan.kompas.com

 

Rencana Aksi
• Tanggal: 1 Mei 2026 (Hari Buruh Internasional)
• Lokasi utama: Depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta
• Waktu: Mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai
• Peserta: Anggota KSPI, simpatisan Partai Buruh, serta ratusan ribu buruh di seluruh Indonesia dengan aksi serentak di 38 provinsi dan lebih dari 350 kabupaten/kota
• Karakter aksi: Damai, tidak bergabung dengan serikat buruh lain, fokus pada agenda KSPI

Enam Tuntutan Utama Buruh
1. Pengesahan RUU Ketenagakerjaan baru yang lebih berpihak pada pekerja.
2. Penghapusan sistem outsourcing dan penolakan kebijakan upah murah.
3. Reformasi pajak yang lebih adil dan berpihak pada buruh.
4. Pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
5. Pengesahan RUU Perampasan Aset untuk memperkuat pemberantasan korupsi.
6. Perbaikan jaminan sosial dan perlindungan tenaga kerja.

Dampak dan Konteks
• Politik: Aksi ini menekan DPR agar segera membahas dan mengesahkan sejumlah RUU yang dianggap vital bagi kesejahteraan buruh.
• Ekonomi: Tuntutan terkait upah dan pajak bisa berdampak langsung pada kebijakan fiskal dan iklim investasi.
• Sosial: May Day menjadi momentum konsolidasi gerakan buruh di Indonesia, memperlihatkan kekuatan kolektif mereka dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Analisis Singkat
• Kekuatan gerakan: Dengan skala nasional dan dukungan ratusan ribu buruh, aksi ini berpotensi menjadi salah satu demonstrasi terbesar tahun 2026.
• Tantangan: Pemerintah dan DPR perlu menyeimbangkan tuntutan buruh dengan kepentingan dunia usaha.
• Prediksi: Isu outsourcing dan RUU PPRT kemungkinan akan menjadi sorotan utama dalam diskusi publik pasca-aksi.

BACA JUGA  Prabowo: Indonesia Siap Bantu Pemulihan Pascagempa di Thailand dan Myanmar