Free Hit Counter
BI Tak Ganti Penuh Uang Rp1,54 Miliar Warga Batang yang Rusak Terendam Rob
BI Tak Ganti Penuh Uang Rp1,54 Miliar Warga Batang yang Rusak Terendam Rob-regional.kompas.com

BI Tak Ganti Penuh Uang Rp1,54 Miliar Warga Batang yang Rusak Terendam Rob

BI Tak Ganti Penuh Uang Rp1,54 Miliar Warga Batang yang Rusak Terendam Rob

Kasus unik terjadi di Batang, Jawa Tengah, ketika uang tunai milik seorang warga senilai Rp1,54 miliar rusak akibat terendam rob. Bank Indonesia (BI) memastikan tidak akan mengganti seluruh nominal tersebut secara penuh, melainkan hanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

BI Tak Ganti Penuh Uang Rp1,54 Miliar Warga Batang yang Rusak Terendam Rob
BI Tak Ganti Penuh Uang Rp1,54 Miliar Warga Batang yang Rusak Terendam Rob-regional.kompas.com

 

Kronologi

Uang dalam jumlah besar itu disimpan di rumah dan terkena banjir rob yang melanda kawasan pesisir Batang. Akibatnya, banyak lembaran rusak parah sehingga sulit dikenali. Warga kemudian membawa uang tersebut ke BI untuk ditukarkan.

Kebijakan BI

BI memiliki aturan ketat terkait penggantian uang rusak. Uang yang masih memenuhi syarat fisik tertentu, seperti nomor seri dan sebagian besar permukaan yang utuh, bisa diganti penuh. Namun, bila kerusakan terlalu parah atau tidak memenuhi syarat, penggantian hanya dilakukan sebagian atau bahkan ditolak.

Dampak dan Respons

Kasus ini menjadi sorotan publik karena jumlah uang yang sangat besar. Banyak yang menilai kejadian ini sebagai pelajaran penting tentang risiko menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di rumah, terutama di daerah rawan bencana. BI pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak, misalnya menyimpan dana dalam bentuk tabungan atau instrumen keuangan lain yang lebih aman.

Penutup

Meski warga Batang tersebut mengalami kerugian besar, BI menegaskan bahwa kebijakan penggantian uang rusak harus dijalankan sesuai aturan demi menjaga integritas sistem keuangan. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan penyimpanan uang tidak bisa dianggap remeh.

BACA JUGA  Koalisi Sipil desak darurat reformasi TNI, tuntut proses hukum terhadap Kepala BAIS