Free Hit Counter
BBM di China Turun, Harga Bensin dan Solar Dipangkas
BBM di China Turun, Harga Bensin dan Solar Dipangkas-www.metrotvnews.com

BBM di China Turun, Harga Bensin dan Solar Dipangkas

BBM di China Turun, Harga Bensin dan Solar Dipangkas

Pemerintah China resmi menurunkan harga BBM per 24 April 2026. Harga bensin dipangkas sebesar 555 yuan (sekitar Rp1,03 juta) per ton dan solar turun 530 yuan (sekitar Rp986 ribu) per ton. Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan fluktuasi harga minyak mentah global yang belakangan bergejolak.

 

BBM di China Turun, Harga Bensin dan Solar Dipangkas
BBM di China Turun, Harga Bensin dan Solar Dipangkas-www.metrotvnews.com

Rincian Penurunan Harga

  • Bensin: turun 555 yuan/ton (±US$80,91).
  • Solar: turun 530 yuan/ton (±US$77,3).
  • Berlaku efektif mulai Rabu, 24 April 2026.

Alasan Penurunan

  • Harga minyak mentah dunia sempat anjlok akibat konflik di Timur Tengah, lalu pulih sebagian pada 20 April.
  • Rata-rata harga kalkulasi 10 hari terakhir masih di bawah level siklus penetapan harga sebelumnya.
  • Penurunan ini merupakan pemangkasan pertama tahun 2026, setelah sebelumnya harga BBM di China naik tiga kali sejak Maret akibat perang Iran yang memicu lonjakan harga minyak.

Dampak bagi Konsumen

  • Pemilik mobil pribadi dengan tangki 50 liter bensin oktan 92 bisa menghemat sekitar US$3,23 (Rp54.910) sekali isi penuh.
  • Harga bensin RON 92 di China kini sekitar 8,48 yuan/liter (Rp18.656), masih jauh lebih tinggi dibandingkan Pertamax di Indonesia yang berkisar Rp12.300–Rp12.900/liter.

Kebijakan Pemerintah

  • Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) melakukan evaluasi harga BBM setiap 10 hari kerja, menyesuaikan dengan pergerakan harga minyak mentah global.
  • Pemerintah menginstruksikan perusahaan energi besar seperti CNPC, Sinopec, dan CNOOC untuk menjaga rantai pasok agar tidak terjadi guncangan distribusi.
  • Otoritas daerah diminta memperketat pengawasan pasar untuk mencegah pelanggaran kebijakan harga.

Implikasi Ekonomi

  • Penurunan harga BBM di China memberi angin segar bagi konsumen setelah sebelumnya terbebani kenaikan beruntun.
  • Namun, prospek harga minyak global masih tidak pasti karena ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Jika gangguan berlanjut, harga minyak bisa kembali melonjak hingga US$110 per barel pada kuartal II-2026.
BACA JUGA  Perhatian! Sistem Ganjil-Genap Ditiadakan di Jakarta pada Jumat, 30 Mei 2025

Kesimpulan

Penurunan harga BBM di China menunjukkan respons cepat pemerintah terhadap dinamika pasar energi global. Meski memberi kelegaan bagi konsumen, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor risiko yang bisa memicu kenaikan harga kembali.