Free Hit Counter
Rupiah Tembus Rp 17.900, ESDM Siapkan Jurus Redam BBM Subsidi
Rupiah Tembus Rp 17.900, ESDM Siapkan Jurus Redam BBM Subsidi-money.kompas.com

Rupiah Tembus Rp 17.900, ESDM Siapkan Jurus Redam BBM Subsidi

Rupiah Tembus Rp 17.900, ESDM Siapkan Jurus Redam BBM Subsidi

Rupiah melemah hingga mendekati Rp 17.900 per dolar AS, namun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap aman hingga akhir 2026 berkat strategi peningkatan produksi dalam negeri dan penguatan cadangan energi.

 

Rupiah Tembus Rp 17.900, ESDM Siapkan Jurus Redam BBM Subsidi
Rupiah Tembus Rp 17.900, ESDM Siapkan Jurus Redam BBM Subsidi-money.kompas.com

 Kondisi Rupiah

  • Nilai tukar rupiah di pasar spot: Rp 17.880–17.900 per dolar AS (29 Mei 2026).
  • Pelemahan ini merupakan salah satu titik terendah sepanjang sejarah, dipicu oleh tekanan global dan lonjakan harga minyak mentah.

 Strategi ESDM Menahan Kenaikan BBM Subsidi

  • Peningkatan produksi minyak dalam negeri: Pemerintah mendorong eksplorasi dan produksi agar ketergantungan impor berkurang.
  • Penguatan kapasitas kilang nasional: Kilang dalam negeri disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan energi.
  • Cadangan BBM nasional aman: Stok Pertalite, Solar CN48, dan BBM nonsubsidi berada jauh di atas batas minimal cadangan operasional (23 hari).
  • Kebijakan harga tetap: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

 Harga BBM Subsidi Saat Ini

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter.
  • Solar subsidi (CN48): tetap sesuai harga yang berlaku, tidak ada penyesuaian.
  • BBM nonsubsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Solar CN51) juga dipastikan mencukupi kebutuhan nasional.

 Dampak dan Tantangan

  • Lonjakan harga minyak mentah dunia: Indonesian Crude Price (ICP) April 2026 mencapai USD 117,31 per barel, naik dari rata-rata USD 80–81 per barel sejak Januari.
  • Risiko fiskal: Pelemahan rupiah meningkatkan beban subsidi energi, namun pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga demi daya beli masyarakat.
  • Ketahanan energi nasional: Fokus pada produksi domestik dan cadangan strategis menjadi kunci agar subsidi tetap terjaga.
BACA JUGA  BMKG Ungkap Sesar Aktif Penyebab Gempa Subuh di Bandung, Cianjur Ikut Terguncang

 Kesimpulan

Meski rupiah melemah tajam, ESDM menegaskan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Strategi utama adalah meningkatkan produksi dalam negeri, memperkuat kilang, dan menjaga cadangan energi. Dengan langkah ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terlindungi di tengah gejolak global.