Free Hit Counter
olar AS Tembus Hampir Rp 17.800, Purbaya: Tidak Masuk Akal!
olar AS Tembus Hampir Rp 17.800, Purbaya: Tidak Masuk Akal!-finance.detik.com

Dolar AS Tembus Hampir Rp 17.800, Purbaya: Tidak Masuk Akal!

Dolar AS Tembus Hampir Rp 17.800, Purbaya: Tidak Masuk Akal!

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga nyaris Rp 17.800 per dolar, membuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kondisi ini “tidak masuk akal” karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat. Pemerintah menegaskan tidak akan melakukan stress test ulang terhadap APBN karena skenario pelemahan rupiah sudah diperhitungkan.

 

olar AS Tembus Hampir Rp 17.800, Purbaya: Tidak Masuk Akal!
olar AS Tembus Hampir Rp 17.800, Purbaya: Tidak Masuk Akal!-finance.detik.com

Kondisi Terkini Rupiah

  • Penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026): Rupiah melemah ke level Rp 17.795–17.803 per dolar AS.
  • Pelemahan sebesar: sekitar 0,29% atau 52 poin dibanding hari sebelumnya.
  • Faktor eksternal: ketegangan geopolitik di Timur Tengah pasca serangan AS ke Iran Selatan memicu kekhawatiran pasar global.

Pernyataan Purbaya

  • “Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya.
  • Menkeu menegaskan tidak akan melakukan stress test ulang APBN, karena simulasi sudah memperhitungkan skenario harga minyak dunia hingga USD 100 per barel.
  • Purbaya berkelakar bahwa dirinya yang akan stres jika harga minyak dunia melampaui asumsi tersebut.

Dampak di Pasar Keuangan

  • Yield obligasi Indonesia menurun meski rupiah melemah, karena pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) melalui operasi treasury.
  • Kondisi ini membuat aliran modal asing tetap masuk ke pasar obligasi Indonesia.

Analisis Singkat

  • Fundamental ekonomi Indonesia: menurut Purbaya, tetap solid dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5% dan APBN yang sudah disiapkan menghadapi risiko global.
  • Pelemahan rupiah: lebih banyak dipicu faktor eksternal, terutama ketegangan geopolitik dan sentimen investor global, bukan masalah domestik.
  • Langkah pemerintah: menjaga stabilitas melalui intervensi pasar obligasi dan memastikan APBN tetap aman tanpa revisi besar.
BACA JUGA  KPU Akan Gelar Rapat Bahas Putusan KIP Terkait Keterbukaan Ijazah Jokowi

Kesimpulan

Pelemahan rupiah hingga hampir Rp 17.800 per dolar AS dinilai tidak logis oleh Menkeu Purbaya karena kondisi ekonomi Indonesia masih kuat. Pemerintah menegaskan APBN tetap aman, sementara intervensi di pasar obligasi dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.