Free Hit Counter
Damai AS–Iran Nyaris Pupus karena Manuver Netanyahu
Damai AS–Iran Nyaris Pupus karena Manuver Netanyahu-news.detik.com

Damai AS–Iran Nyaris Pupus karena Manuver Netanyahu

Damai AS–Iran Nyaris Pupus karena Manuver Netanyahu

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan pertengahan Juni 2026 nyaris terganggu karena sikap keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Israel menolak penarikan pasukan dari Lebanon, Suriah, dan Gaza, serta menilai kesepakatan AS–Iran sebagai “kesepakatan buruk” yang mengabaikan ancaman terhadap Israel.

 

Damai AS–Iran Nyaris Pupus karena Manuver Netanyahu
Damai AS–Iran Nyaris Pupus karena Manuver Netanyahu-news.detik.com

Latar Belakang Kesepakatan AS–Iran

  • Tanggal: 14 Juni 2026
  • Isi Kesepakatan:
    • Iran membuka kembali Selat Hormuz untuk jalur pelayaran global.
    • AS mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.
    • Gencatan senjata diperpanjang 60 hari.
    • Perundingan lanjutan terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi dijadwalkan.

Sikap Israel

  • Netanyahu & Pemerintah Israel:
    • Menolak penarikan pasukan dari Lebanon, Suriah, dan Gaza.
    • Menyebut kesepakatan AS–Iran sebagai “Bad Deal” karena tidak menyentuh isu rudal balistik, nuklir, dan dukungan Iran terhadap Hizbullah, Hamas, serta Houthi.
  • Pernyataan Netanyahu (2 Juni 2026):
    • Menegaskan Israel akan membantu “melenyapkan rezim Iran” dan menyebut Teheran sebagai ancaman eksistensial.
  • Konsekuensi:
    • Iran sempat menghentikan perundingan damai karena serangan Israel ke Lebanon.
    • Presiden AS Donald Trump bahkan marah besar kepada Netanyahu, menyebut tindakannya bisa membuat Israel semakin terisolasi.

Dampak Diplomatik

  • AS–Iran: Kesepakatan dianggap sebagai langkah penting mengurangi ketegangan di Timur Tengah.
  • Israel: Merasa tidak dilibatkan dalam negosiasi, sehingga menolak hasil kesepakatan.
  • Regional: Potensi perdamaian bisa pupus jika Israel terus melakukan operasi militer di Lebanon dan Gaza.

Kesimpulan

Kesepakatan damai AS–Iran seharusnya menjadi momentum penting untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Namun, manuver Netanyahu yang menolak penarikan pasukan dan tetap ingin menghancurkan rezim Iran membuat perdamaian nyaris pupus. Sikap keras Israel berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan memperburuk hubungan dengan Washington.

BACA JUGA  Demo Massa di Cikini Malam Hari, Tolak Kenaikan BBM