Free Hit Counter
KPK Ajukan Tambahan Anggaran 2027 Rp726 Miliar, Sahroni: Sekalian Rp5 Triliun Biar Tanggung
KPK Ajukan Tambahan Anggaran 2027 Rp726 Miliar, Sahroni: Sekalian Rp5 Triliun Biar Tanggung-news.detik.com

KPK Ajukan Tambahan Anggaran 2027 Rp726 Miliar, Sahroni: Sekalian Rp5 Triliun Biar Tanggung

KPK Ajukan Tambahan Anggaran 2027 Rp726 Miliar, Sahroni: Sekalian Rp5 Triliun Biar Tanggung

KPK mengusulkan tambahan anggaran 2027 sebesar Rp726 miliar, namun Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai angka itu terlalu kecil dan menyarankan agar sekalian diajukan Rp5 triliun, mengingat Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan siap mendukung penuh kebutuhan KPK.

 

KPK Ajukan Tambahan Anggaran 2027 Rp726 Miliar, Sahroni: Sekalian Rp5 Triliun Biar Tanggung
KPK Ajukan Tambahan Anggaran 2027 Rp726 Miliar, Sahroni: Sekalian Rp5 Triliun Biar Tanggung-news.detik.com

Latar Belakang Usulan Anggaran

  • Pagu indikatif KPK 2027: Rp1,23 triliun, turun sekitar Rp349 miliar (22%) dibandingkan anggaran 2026.
  • Tambahan yang diajukan KPK: Rp726–762 miliar, untuk mendukung program pencegahan, penindakan, koordinasi supervisi, serta pendidikan masyarakat.
  • Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa usulan ini sudah dihitung sesuai kebutuhan riil lembaga, tanpa berlebihan.

Respons DPR

  • Ahmad Sahroni (Wakil Ketua Komisi III DPR) mempertanyakan mengapa KPK hanya mengajukan tambahan kurang dari Rp1 triliun.
  • Ia berkelakar bahwa karena Presiden sudah menyatakan “berapa pun yang dibutuhkan akan diberikan,” maka KPK sebaiknya sekalian mengajukan Rp5 triliun.
  • Sahroni menambahkan, bila Presiden tidak memenuhi janji tersebut, DPR bisa mengingatkan dengan membuka rekaman pernyataan Presiden.

Implikasi

  • Penurunan anggaran berpotensi memengaruhi efektivitas KPK dalam menjalankan tugas pencegahan dan penindakan korupsi.
  • Usulan Rp5 triliun dari Sahroni mencerminkan dorongan agar KPK memiliki sumber daya lebih besar, setara dengan lembaga penegak hukum lain seperti Kejaksaan.
  • Namun, KPK tetap menekankan prinsip efisiensi dan kebutuhan aktual, sehingga tidak ingin mengajukan angka yang dianggap “muluk-muluk.”

Kesimpulan

Pertemuan antara KPK dan Komisi III DPR menyoroti dilema klasik: antara kebutuhan realistis lembaga dan dorongan politik untuk memperkuat anggaran. KPK memilih jalur konservatif dengan Rp726 miliar tambahan, sementara DPR melalui Sahroni mendorong agar KPK lebih berani meminta Rp5 triliun, mengingat dukungan politik dari Presiden.

BACA JUGA  Kiky Saputri Bakal Bikin Heboh Lagi: Spill Tipis Pelukan dengan Ji Chang Wook