DAFTAR ISI
Rupiah dan IHSG Hari Ini Dapat Ujian Berat dari AS, Apa Lagi Tantangannya?
Hari ini, Kamis 25 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menghadapi tekanan berat dari faktor eksternal AS. IHSG diprediksi melanjutkan koreksi di kisaran 5.723–5.847, sementara Rupiah melemah mendekati Rp17.952 per dolar AS akibat penguatan indeks dolar dan sentimen global. Investor disarankan berhati-hati dan fokus pada saham defensif.

Kondisi IHSG Hari Ini
- Penutupan terakhir (24 Juni 2026): IHSG anjlok 3,56% ke level 5.883.
- Prediksi hari ini (25 Juni 2026): IHSG rawan melanjutkan koreksi, menguji area 5.723–5.847.
- Support & Resistance:
- Support: 5.784–5.594
- Resistance: 6.286–6.459
- Faktor Tekanan:
- Sentimen negatif dari laporan MSCI terkait transparansi pasar modal Indonesia.
- Aksi jual masif investor asing dan institusi.
- Ketidakpastian global akibat kebijakan suku bunga AS.
Kondisi Rupiah
- Nilai tukar terakhir: Rp17.843–Rp17.952 per dolar AS.
- Penyebab pelemahan:
- Penguatan indeks dolar AS.
- Kekhawatiran inflasi domestik akibat harga BBM nonsubsidi dan fenomena El Niño.
- Sentimen geopolitik dari ketegangan AS–Iran.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Analis merekomendasikan saham defensif dan sektor energi/komoditas:
- BREN (Barito Renewables Energy) – Buy on Weakness, target Rp4.100–4.920.
- INCO (Vale Indonesia) – Buy on Weakness, target Rp5.500–5.925.
- MBMA (Merdeka Battery Materials) – prospek jangka menengah.
- TLKM (Telkom Indonesia) dan KLBF (Kalbe Farma) – saham defensif dengan fundamental kuat.
Risiko & Tantangan
- Global: Kenaikan suku bunga AS menekan arus modal ke emerging market.
- Domestik: Catatan MSCI terkait transparansi kepemilikan saham bisa memicu penurunan status pasar Indonesia jika tidak ada reformasi hingga November 2026.
- Valuta: Rupiah berisiko menembus level psikologis Rp18.000/USD jika tekanan berlanjut.
Kesimpulan
Hari ini, IHSG dan Rupiah menghadapi ujian berat dari kombinasi faktor global dan domestik. Investor disarankan:
- Fokus pada saham defensif dan sektor energi.
- Waspada terhadap volatilitas tinggi.
- Memantau kebijakan Bank Indonesia terkait intervensi pasar valas.
Tribun Liputan Gudang Informasi dan Berita Terpercaya