DAFTAR ISI
Andi Arief: SBY Pertimbangkan Jalur Hukum atas Fitnah Ijazah Jokowi
Isu mengenai dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo kembali mencuat di ruang publik. Dalam perkembangan terbaru, nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut terseret dalam pusaran isu tersebut. Hal ini memicu reaksi keras dari Partai Demokrat, khususnya dari Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Demokrat, Andi Arief.

Pernyataan Andi Arief
- Pertemuan dengan SBY: Andi Arief menyampaikan bahwa dirinya baru saja bertemu dengan SBY. Dalam pertemuan itu, SBY menegaskan tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan isu ijazah Jokowi.
- Rasa Terganggu: SBY merasa terganggu karena disebut berada di balik isu tersebut, bahkan ada tudingan bahwa ia berkolaborasi dengan pihak lain untuk menyebarkan fitnah.
- Langkah Hukum: Menurut Andi Arief, SBY kini mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyeret namanya.
Sumber Fitnah
Andi Arief menyoroti bahwa tuduhan terhadap SBY berasal dari akun-akun anonim di media sosial. Ia menilai penyebaran fitnah dilakukan secara masif dan terstruktur. Demokrat mengaku sudah mengetahui afiliasi dari akun-akun tersebut
Sikap Partai Demokrat
- Demokrat menegaskan akan mengambil langkah hukum atau somasi jika fitnah terhadap SBY tidak dihentikan.
- Partai juga menekankan bahwa hubungan SBY dengan Presiden Jokowi selama ini baik, sehingga tuduhan yang beredar dianggap tidak masuk akal
Implikasi Politik
Kasus ini menunjukkan bagaimana isu sensitif seperti ijazah Jokowi bisa dimanfaatkan untuk menyerang tokoh politik lain. Dengan SBY mempertimbangkan jalur hukum, Demokrat ingin menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam terhadap fitnah yang menyerang kehormatan partai maupun tokoh utamanya.
Kesimpulan: Isu ijazah Jokowi kini melebar dengan menyeret nama SBY. Melalui Andi Arief, Demokrat menegaskan bahwa SBY tidak terlibat dan bahkan siap menempuh jalur hukum untuk melawan fitnah yang dianggap merugikan reputasinya.
Tribun Liputan Gudang Informasi dan Berita Terpercaya