Free Hit Counter
AC Milan Tajam, Namun Sering Terlambat Panas di Laga
AC Milan Tajam, Namun Sering Terlambat Panas di Laga-sport.detik.com

AC Milan Tajam, Namun Sering Terlambat Panas di Laga

AC Milan Tajam, Namun Sering Terlambat Panas di Laga

AC Milan menunjukkan ketajaman lini serang di Serie A musim 2025/2026, namun pola permainan mereka kerap memperlihatkan kelemahan: Rossoneri sering baru “panas” setelah turun minum.

 

AC Milan Tajam, Namun Sering Terlambat Panas di Laga
AC Milan Tajam, Namun Sering Terlambat Panas di Laga-sport.detik.com

Pola Permainan Milan ⚽

  • Data menunjukkan 8 dari 28 gol Milan musim ini tercipta di 15 menit awal babak kedua
  • Contoh nyata terlihat saat menghadapi Cagliari (3 Januari 2026): Milan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran di babak pertama. Gol Rafael Leao di menit ke-50 justru menjadi percobaan on target pertama sekaligus penentu kemenangan 1-0
    • Fenomena ini berulang di beberapa laga lain, di mana Milan tampil kurang meyakinkan sebelum jeda, lalu lebih agresif setelah instruksi pelatih Massimiliano Allegri di ruang ganti.

    Faktor Penyebab 🔍

    • Strategi Allegri: Pelatih kerap menekankan permainan sabar di babak pertama, lalu meningkatkan intensitas setelah jeda.
    • Kondisi fisik pemain: Milan memiliki skuad dengan daya jelajah tinggi, sehingga mampu menekan lebih keras di paruh kedua.
    • Mentalitas tim: Rossoneri sering terlihat lebih percaya diri setelah berhasil membaca pola lawan di babak pertama.

    Dampak di Klasemen 📊

    • Meski sering telat panas, Milan tetap produktif dengan 28 gol dari 18 laga.
    • Ketajaman lini depan, terutama Rafael Leao dan Christian Pulisic, membuat Milan masih bersaing di papan atas Serie A.
    • Namun, pola ini berisiko jika menghadapi tim besar yang mampu mencetak gol cepat dan bertahan rapat.

    Sorotan Pemain 🌟

    • Rafael Leao: sering jadi pembuka skor di awal babak kedua.
    • Adrien Rabiot: perannya di lini tengah penting dalam mengatur tempo sebelum Milan meningkatkan intensitas.
    • Mike Maignan: menjaga gawang tetap aman di babak pertama, memberi waktu bagi tim untuk bangkit setelah jeda.

    Kesimpulan

    AC Milan musim ini dikenal tajam di lini serang, tetapi kelemahan mereka adalah sering telat panas. Pola mencetak gol di awal babak kedua memang efektif, namun bisa berbahaya jika menghadapi lawan yang lebih klinis. Allegri perlu mencari cara agar Rossoneri tampil lebih konsisten sejak menit pertama, sehingga tidak selalu bergantung pada kebangkitan setelah turun minum.

BACA JUGA  Liverpool Menang Dramatis, Tetap Tenang di Momen Krusial