Free Hit Counter
Demo Memanas, Ketua FKSB: Rakyat Protes ke DPR, Tapi Polisi yang Jadi Korban
Demo Memanas, Ketua FKSB: Rakyat Protes ke DPR, Tapi Polisi yang Jadi Korban-regional.kompas.com

Demo Memanas, Ketua FKSB: Rakyat Protes ke DPR, Tapi Polisi yang Jadi Korban

Demo Memanas, Ketua FKSB: Rakyat Protes ke DPR, Tapi Polisi yang Jadi Korban
Semarang, 30 Agustus 2025 — Gelombang demonstrasi yang melanda berbagai kota di Indonesia semakin memanas. Di tengah tuntutan publik terhadap kebijakan DPR yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB), AM Jumai, menyampaikan kritik tajam terhadap penanganan aksi oleh aparat kepolisian.

 

Demo Memanas, Ketua FKSB: Rakyat Protes ke DPR, Tapi Polisi yang Jadi Korban
Demo Memanas, Ketua FKSB: Rakyat Protes ke DPR, Tapi Polisi yang Jadi Korban-regional.kompas.com

 

🎯 Sasaran Demo: DPR, Bukan Polisi
Menurut Jumai, aksi massa yang belakangan marak, termasuk demonstrasi pengemudi ojek online (ojol), merupakan bentuk kekecewaan terhadap elite politik yang gagal menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat. “Sasaran demo sebenarnya adalah DPR dan pemerintah, tapi yang selalu berhadapan dengan massa justru polisi. Ini tidak adil,” tegasnya.
Ia menilai bahwa institusi kepolisian sering kali dijadikan tameng dalam konflik antara rakyat dan penguasa. Padahal, tugas utama polisi adalah menjamin keamanan dan keselamatan warga, bukan menjadi benteng bagi kebijakan yang menimbulkan keresahan.
⚠️ Korban Jiwa dan Luka-Luka
Kericuhan dalam demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR pada 28 Agustus 2025 menjadi sorotan publik setelah seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan, tewas dilindas kendaraan taktis Brimob saat aparat membubarkan massa. Insiden ini memicu kemarahan luas dan memperkuat kritik terhadap penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat.
Jumai menyayangkan penanganan yang tidak proporsional dan menuntut adanya standar operasional prosedur (SOP) yang lebih manusiawi dalam menghadapi aksi massa. “Polisi dipersenjatai oleh rakyat, jangan sampai justru melukai rakyat,” ujarnya.
🗣️ Seruan untuk Elite Politik
Lebih jauh, Ketua FKSB mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada substansi perjuangan: menyelamatkan demokrasi dari pemimpin yang menyimpang. Ia menyoroti kesenjangan ekonomi yang mencolok antara pejabat dan rakyat sebagai pemicu utama keresahan sosial.
“Elite bangsa lebih sering tampil arogan, seolah penguasa, bukan pelayan rakyat. Saat rakyat bekerja keras mencari nafkah, pejabat justru menaikkan gaji dan tunjangan mereka sendiri,” kata Jumai.
📚 Penutup: Literasi dan Harapan
Di tengah situasi yang memanas, Jumai mengajak masyarakat untuk memperkuat literasi dan kesadaran politik. Ia percaya bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika rakyat memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara.
“Terangi negeri dengan literasi. Satu buku bisa membuka ribuan mimpi,” tutupnya dengan harapan akan masa depan yang lebih adil dan beradab.

BACA JUGA  PIHK Alami Kerugian Miliaran Rupiah Akibat Gagal Terbitnya Visa Haji Furoda